pa pa pa pantai pa pa pa pantai

9:04 AM



Saya pecinta pantai. Gak tau kenapa setiap mikirin pantai saya senyum. Gak peduli mau pantai pasir putih, pasir apapun, saya suka. Deburan ombak, panas matahari (yang menghangatkan tubuh sekaligus bikin item, woyeah!), pasir di seluruh tubuh, dan angin pantai. Lalu suasananya yang menyenangkan, hingar-bingar bocah cecunguk-cecunguk kecil yang annoying teriak-teriak, minuman dingin, kelapa, baju renang warna-warni…

Saya pingin kalau besar nanti punya rumah di pinggir pantai, sama suami dan anak-anak di masa depan main di pinggir pantai, serasa punya pribadi, main Frisbee sama anjing di pantai, berjemur (Ya, saya gak takut item! Masa orang yang tinggal di negara tropis takut item, maksud loooh?), dan berenang!

Saat ini saya sedang duduk di depan monitor, sambil muter playlist bossa-nova hasil downloadan random dari noisetrade. Dan secara kebetulan ada latar belakang suara air di lagu ini.

Jadi kepikiran: kapan terakhir kali gw kepantai ya?


Saya ingetnya terakhir kali nyentuh pasir, seminggu yang lalu, saat ngambil kerang dari meja ruang tamu *ada pasirnya memang disitu*.

Sial, baru sadar dalam kurun waktu 2 tahun terakhir bener-bener gak pernah wisata main berenang di pantai samasekali. Terakhir kali ke pantai Mei 2011, Pantai Siloso, pokoknya itu pantai tempat biasanya kalau ada acara dugem-dugem gitu di Sentosa, Singapura. Saya berdua sama Viena, melipir pergi sebentar meninggalkan Abang dan Ayah saya yang sedang ngantri tiket Song of The Sea.

Waktu itu malam. Pantainya kosong dan gelap, cuma ada beberapa orang India (kayaknya saya sedikit rasis ya), dan karena tujuan awalnya itu mau nonton Song of The Sea, jadi saya gak persiapan (sebenernya sih gak tau kalau ada pantai) buat main di pantai. Gak bisa nyeker, gak bisa liat ada apaan di pasir karena bener-bener gak ada lampu. Satu-satunya penerangan disana ya cahaya lampu gedung-gedung di seberang lautan sana.


Saya senang, saya berulang kali menarik nafas panjang, tersenyum, meskipun sebenarnya gelap gulita. Sambil memandang lurus lautan di depan, saya terdiam, Viena juga diem. Hening.

*Sampai yang kedengeran malah suara orang ngobrol pake bahasa India. NGOK!*

“Vien, terakhir kali gw ke pantai tahun 2009 loh, ini yang pertama selama ini..” saya inget saya bilang seperti itu sama Viena, sedikit gembira. Terlalu gembira malah, saya menduga Viena (yang sangat sering ke pantai, mungkin setahun 2 kali selama ini) mungkin ngatain saya katro dalam hati.

---

Saya bingung sebenernya, saya tinggal di negara kepulauan terbesar di dunia tapi malah ngeliat pantai di negara lain, secara kebetulan karena lagi main ke Sentosa dan malem-malem pula? Duh, seharusnya saya lebih menghargai pantai di negara sendiri, dan liburan ke pantai-pantai domestik. Pantai lokal lebih kece, bung. (Pantai Ancol gak termasuk ya, karena itu……….. eh ya begitulah)

---

Debur ombak lagi. Dan untuk terakhir kalinya, saya memandang pantai Siloso dan pemandangan gedung-gedung tinggi di Singapura.

Deburan pertama dan terakhir tahun itu.

/Tasya




ps. kalo ada yang mau ngajak saya berenang ke pantai, boleh kok! (bener-bener sakau pantai nih) wuahaha

You Might Also Like

0 comments

Hits