Catatan Cibaduyut

12:01 AM

Kemarin saya baru ikut studi lapangan sekolah ke Bandung, tepatnya di Bandung utara (daerah Lembang) dan berakhir di Bandung Selatan: Cibaduyut.

jeng jeng jeng

Saya sedikit kurang suka dengan daerah pengrajin. Saya suka kesel sendiri kalau produsen-produsen ini malah memproduksi barang-barang "kawe kawean" yang bermerek, tapi ketauan banget palsunyaaaaaaaaaah! butuh bukti?

ini waktu saya ke Tajur:
*bengong*

bukan bermaksud mendiskriminasikan pihak pengrajin, tapi kalau memang itu buatan dalam negeri plus gak ada sangkut pautnya sama merek luar, plis lah gak usah sok-sokan pake merek mahal... kalau aja mereknya gak ada, dan pake merek milik si pengrajin sendiri mungkin lebih banyak orang yang mau beli, plus bisa diekspor keluar negeri.. --" #konsumenprotes

kembali ke cerita studi lapangan, tujuan pertama di Bandung ialah: Balitsa dan ...........UMPTH eh atau UMPHT atau BPPTN? saya beneran lupa, namanya berupa singkatan.. --" ah pokoknya tempat pengembangbiakan sapi dan pakan ternak, serta produsen susu sapi lokal deh. Intinya belajar biologi lah, ketemu sapi, dan dikasih susu gratis. lumayan lumayan...

Kemudian berangkatlah kami ke Cibaduyut.


Dan disana saya berinteraksi dengan orang gila loh.

*Dicolek lebih tepatnya, sama anaknya.*

Sebenernya jahat sih kalau saya ngatain mereka orang-orang (yes, lebih dari satu!) gila. Kasar gitu, oke untuk menyamarkan kita panggil mereka KS: Keluarga Stress. 

KS ini terdiri dari dua anak bandel, yang anehnya nyolek (yah gimana gitu ya kaya semacam mukul mirip "nyabet" tangannya ke anak-anak MD lainnya termasuk saya, tapi karena gak sakit jadi mari kita anggap pukulan tersebut sebagai colekan), bapak, sanak saudara lainnya dan emak dengan senjata pemungkas: sendal jepit. 

Diulangi lagi: sendal jepit. Entah mereknya apa yang jelas itu sendal jepit. Menurut pengamatan saya, berdasarkan kelenturannya kemungkinan sendal jepit itu bermerek Swallow, tapi mungkin juga Logo, atau mungkin juga buatan Cibaduyut (oke ini absurd, saya ngarang)

Untungnya yang kena sabet sendal jepit sakti ini bukan saya, tapi teman saya: Monik dan Dita, diikuti oleh sabetan kepada Ipi, teman saya yang lewat belakangan.

Selidik demi selidik, ternyata KS tersebut marah (kemungkinan tersinggung) karena ada teman lain yang sudah lebih dulu berusan dengan mereka. Vinda, secara sengaja memfoto mereka dengan DSLR Velda. Jadinya tersinggung gituuuuh.. Terus anak-anak MD yang lewat belakangan jadi kena imbas juga...

oke, moral hari itu: Jangan foto orang sembarangan.

Katanya mas-mas penjual kaos Baong mereka emang bukan penduduk situ,entah darimana tuh KS dateng.....

Sebagai penutup saya beli kaos Baong di mas-mas tadi, tapi....kaosnya gambar menara Eiffel dengan tulisan "PARIJS" Bandung van europe.

okelah, oleh-oleh manis dari Cibaduyut :)

/Tasya

You Might Also Like

0 comments

Hits